IINTOA Optimis Jakarta Kembali Menjadi Hub Wisatawan Mancanegara

Setelah lama berada di bawah bayang-bayang Bali dalam menarik wisatawan mancanegara, Jakarta kini kembali memantapkan langkah untuk menjadi destinasi unggulan dalam peta pariwisata Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Jongki Adiyasa yang baru saja dinobatkan sebagai Ketua Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA) DKI Jakarta dan Banten untuk periode 2025–2029 dalam Musyawarah Daerah di Jakarta (23/07).

Dalam Musda yang juga dihadiri oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta, Jongki menyampaikan tekadnya untuk membangun citra baru Jakarta sebagai kota yang bukan hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga memiliki daya tarik wisata yang kuat. Ia menilai Jakarta menyimpan kekayaan destinasi, mulai dari wisata sejarah dan budaya, kawasan modern yang hidup, hingga keindahan alam di Kepulauan Seribu yang kerap terabaikan dalam promosi wisata nasional.

Ia menggarisbawahi pentingnya promosi yang konsisten dan kolaborasi yang erat antara pelaku industri dan pemerintah. Salah satu rencananya adalah memperkuat sinergi dengan Disparekraf DKI untuk memperkenalkan Jakarta ke pasar-pasar potensial di luar negeri melalui berbagai forum dan pameran internasional.

Namun, tantangan yang dihadapi tidak kecil. Jongki menyoroti maraknya agen perjalanan daring yang beroperasi tanpa izin resmi dan tanpa tanggung jawab terhadap kualitas layanan. Fenomena ini, menurutnya, merusak citra industri dan merugikan wisatawan. Untuk itu, IINTOA akan memperkuat sistem kurasi mitra usaha dan mendorong profesionalisasi lewat sertifikasi pelaku industri, agar Jakarta mampu bersaing dengan kota-kota besar lain di Asia dalam hal layanan wisata.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan siap mendukung penuh langkah-langkah pemulihan dan penguatan sektor pariwisata. Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf DKI, Sherly Yuliana, menyebutkan bahwa pihaknya akan memfasilitasi keikutsertaan pelaku pariwisata Jakarta dalam berbagai ajang internasional, seperti Arabian Travel Mart di Dubai, World Travel Market London, ITB India di Mumbai, serta rangkaian promosi dagang ke Malaysia dan Tiongkok.

Langkah promosi ini diiringi dengan pendekatan berbasis data. Disparekraf mencatat bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Jakarta sepanjang 2024 mencapai 2.499.463 orang, naik 27,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan proyeksi pertumbuhan 10 hingga 20 persen pada tahun ini, strategi pemasaran akan difokuskan pada generasi muda yang lebih dinamis, seperti Gen Z dan milenial. Jakarta menawarkan destinasi yang akrab dengan gaya hidup mereka, seperti kawasan Blok M yang kini populer di media sosial, di samping tempat wisata klasik seperti Ancol dan Kepulauan Seribu.

Upaya membangun kembali kejayaan pariwisata Jakarta tidak hanya soal angka kunjungan, tetapi juga bagaimana kota ini diposisikan di mata dunia. Lewat strategi yang terarah, tata kelola industri yang profesional, serta promosi yang menjangkau pasar global, Jakarta berharap dapat kembali bersinar dan menjadi pilihan utama bagi wisatawan internasional yang ingin merasakan pengalaman khas Indonesia di jantung ibu kota.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
error

Follow, Likes & Subscribe Juga Social Media Kami