JAKARTA – Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan taringnya di awal tahun 2026. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melaporkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif meski di tengah dinamika global.
Berdasarkan laporan bulanan yang dirilis di Jakarta, Selasa (7/4/2026), jumlah kunjungan wisman pada Februari 2026 menembus angka 1,16 juta kunjungan. Angka ini melesat 13,37 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Februari 2026, total kunjungan wisman ke tanah air mencapai 2,35 juta. Malaysia masih mendominasi sebagai pasar utama, diikuti oleh Tiongkok, Singapura, Australia, dan Timor Leste sebagai penyumbang turis terbanyak.
Menteri Widiyanti menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas. Fokus utama saat ini adalah memastikan pariwisata memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal dan menjaga keberlanjutan lingkungan di setiap destinasi.
Surplus Devisa Pariwisata Nasional
Kabar baik juga datang dari neraca perjalanan. Di saat kunjungan wisman naik, jumlah warga Indonesia yang pergi ke luar negeri justru turun 7,64 persen pada Februari 2026. Hal ini menciptakan surplus kunjungan sebesar 0,46 juta yang memperkuat posisi devisa negara.
Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) tetap menjadi mesin utama ekonomi domestik. Pada Februari saja, tercatat ada 91,14 juta perjalanan lokal. Angka ini semakin meledak ketika memasuki bulan Maret seiring adanya libur panjang Nyepi dan Lebaran.
Libur Lebaran Jadi Motor Penggerak UMKM
Selama periode libur dan cuti bersama (13–29 Maret 2026), terjadi lonjakan luar biasa menuju destinasi prioritas. Tercatat sebanyak 12,77 juta perjalanan menuju 10 Destinasi Pariwisata Prioritas, tumbuh signifikan sebesar 18,80 persen.
Menteri Widiyanti menilai momentum libur nasional ini adalah “napas” bagi para pengusaha UMKM di daerah. Aktivitas wisata yang masif secara langsung meningkatkan daya beli dan pendapatan masyarakat di sekitar destinasi wisata.
Kesiapan 170 Titik Destinasi
Menutup laporannya, Menpar Widiyanti menjelaskan bahwa kementeriannya telah bergerak cepat melakukan pengawasan lapangan. Koordinasi lintas lembaga terus diperkuat untuk memastikan mobilitas masyarakat selama musim liburan berjalan lancar.
Pihak kementerian bahkan telah meninjau langsung kesiapan lebih dari 170 titik destinasi wisata di seluruh Indonesia. Fokusnya adalah menjamin standar keamanan, kenyamanan, serta kualitas layanan agar wisatawan mendapatkan pengalaman terbaik selama berlibur.

