MORA Group memantapkan posisinya sebagai pemain kunci dalam industri pariwisata nasional. Melalui strategi pengembangan jaringan hotel yang selektif dan integrasi ekosistem bisnis hospitality, perusahaan ini bersiap melakukan ekspansi besar-besaran, baik di pasar domestik maupun kancah global.
Visi besar tersebut ditegaskan oleh Founder dan CEO MORA Group, Andhy Irawan, dalam ajang silaturahmi HAM x MORA Group bertajuk “Seduluran Saklawase” yang berlangsung di kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa (3/2).
Andhy mengungkapkan bahwa saat ini MORA Group tengah mengelola 12 proyek properti. Dari jumlah tersebut, enam hotel telah resmi beroperasi, sementara enam lainnya sedang dalam tahap pembangunan intensif.
“Kami bergerak secara selektif dalam memilih proyek. Fokus kami bukan hanya pada kuantitas, tapi bagaimana membangun ekosistem hospitality yang terintegrasi dan memberikan nilai tambah bagi pariwisata Indonesia,” ujar Andhy. Melalui kolaborasi lintas negara ini, MORA Group telah memetakan strategi pengembangan kamar yang ambisius namun tetap terukur.
Ia mengatakan, MORA Group tidak hanya sekadar menambah jumlah hotel, tetapi sedang membangun ekosistem pariwisata yang terintegrasi dengan dukungan modal global untuk menguasai pasar bintang lima di Indonesia.
Jakarta sebagai Hub Utama, menjadi fokus utama dengan target pengembangan sekitar 500 hingga 700 kamar. Langkah ini diambil untuk menangkap potensi pasar bisnis dan gaya hidup mewah di ibu kota. Ekspansi Surabaya, pengembangan di Kota Pahlawan akan dirancang dengan skala yang lebih compact dan eksklusif.
Andhy juga mengungkapkan, MORA Group juga menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan capital asal Jepang yang berfokus pada investasi hotel bintang lima di Indonesia. “Nilai investasi bisa mencapai angka Rp1 triliun, sangat bergantung pada fluktuasi harga lahan dan biaya konstruksi di lokasi tersebut,” jelas Andhy.
Di luar bisnis perhotelan, MORA Group mengembangkan sejumlah divisi usaha pendukung yang terintegrasi dalam ekosistem bisnis perusahaan. Divisi tersebut mencakup teknologi informasi, Food and Beverage (F&B), commercial services, konstruksi, serta MORA Academy.
Pada lini teknologi, MORA Group mengembangkan sistem operasional berbasis dashboard terpadu yang memungkinkan pemantauan kinerja bisnis secara real-time, mulai dari absensi karyawan, pendapatan, hingga laporan operasional seluruh jaringan properti dan outlet. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan pengambilan keputusan berbasis data.
Sementara itu, divisi F&B dikembangkan sebagai entitas independen melalui brand Hermier yang menyasar segmen generasi muda. Brand ini dirancang tidak hanya sebagai pendukung hotel, tetapi juga sebagai bisnis mandiri yang ditargetkan berekspansi ke bandara dan kota-kota besar di Indonesia.

