30 September 2026 – Memasuki tahun ke-11, Synchronize Fest kembali membuka ruang bagi musik Indonesia untuk bertemu, tumbuh, dan dirayakan dalam berbagai bentuk. Perjalanan satu dekade pertama telah membawa festival ini melewati berbagai momentum sekaligus memperluas cara publik menikmati dan memaknai musik Indonesia.
Kini, Synchronize Fest memasuki babak baru dengan tetap berpijak pada semangat yang telah dibangun sejak awal. Mengusung tema “It’s Not Just A Festival, It’s A Movement”, Synchronize Fest 2026 akan berlangsung pada 16, 17, dan 18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta.
Tema tersebut kembali diangkat sebagai pengingat bahwa Synchronize Fest sejak awal tidak hanya dirancang sebagai ruang pertunjukan musik, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan yang terus berkembang bersama ekosistem musik Indonesia.
Bagi Synchronize Fest, kembali ke akar bukan berarti mengulang perjalanan yang telah dilalui. Sebaliknya, hal tersebut menjadi cara untuk melihat kembali nilai yang menjadi dasar festival sekaligus memahami bagaimana nilai tersebut dapat terus hidup di tengah perubahan zaman dan generasi.

Penonton Synchronize Fest hari ini pun tidak lagi sepenuhnya sama dengan satu dekade lalu. Generasi baru hadir dengan cara yang berbeda dalam mendengarkan, menemukan, membicarakan, hingga merayakan musik. Perubahan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Synchronize Fest memasuki tahun ke-11.
David Karto, Director Synchronize Fest, mengatakan momentum tahun ke-11 menjadi kesempatan untuk kembali kepada inti yang sejak awal menjadi dasar penyelenggaraan festival.
“Tagline ‘It’s Not Just A Festival, It’s A Movement’ secara natural sudah menjadi landasan awal Synchronize Fest. Berselang 10 tahun, kami mengangkatnya kembali sebagai pengingat bagi generasi yang lebih muda (Gen Z) tentang alasan Synchronize Fest ini dibuat. Dengan musim baru, dan semangat yang mengakar,” ujar David Karto.
Pertunjukan Spesial yang Menyimpan Cerita
Gagasan untuk kembali ke akar tersebut salah satunya diwujudkan melalui sejumlah special show yang hadir di Synchronize Fest 2026. Tahun ini, festival tidak sekadar menyusun daftar penampil, tetapi juga menghadirkan cerita yang merepresentasikan berbagai era, perjalanan, dan komunitas dalam musik Indonesia.
Special show tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan kembali berbagai memori musikal dengan generasi yang lebih muda. Namun, kehadirannya tidak semata-mata membawa penonton ke masa lalu. Setiap pertunjukan juga dihadirkan dengan konteks yang memungkinkan cerita dari masa lalu bertemu dengan perkembangan musik hari ini dan masa depan.
“Kami berusaha untuk memetakan supaya ini semua jadi seimbang, semua pelan-pelan terwakili. Setiap orang memiliki ruang masing-masing, core memory, yang bisa dinikmati di Synchronize Fest,” ujar David Tarigan, Artist & Repertoire Synchronize Fest.
Menariknya, sejumlah musisi yang terlibat juga hadir dengan membawa konsep dan gagasan mereka sendiri. Hal ini menjadikan Synchronize Fest bukan hanya sebagai penyelenggara pertunjukan, tetapi juga sebagai ruang pertemuan antara musisi, karya, gagasan, dan penonton.
Dengan semangat tersebut, tahun ke-11 Synchronize Fest menjadi lebih dari sekadar perayaan satu dekade perjalanan. Festival ini mencoba melihat kembali akar yang telah membentuknya, sekaligus membuka ruang bagi generasi baru untuk menemukan cerita, pengalaman, dan makna mereka sendiri di dalam musik Indonesia.
Pada akhirnya, “It’s Not Just A Festival, It’s A Movement” bukan hanya sebuah tema yang kembali diangkat, tetapi menjadi pengingat bahwa perjalanan musik Indonesia terus bergerak—dan Synchronize Fest ingin tetap menjadi bagian dari gerakan tersebut.



