Skip to main content
Thursday, 13 August 2026
Advertisement
Menu
News

Kerja Sama Indonesia–Jerman: Dari Dialog Menuju Solusi Nyata

Foto 01

Kerja sama pembangunan Indonesia–Jerman terus mendukung upaya Indonesia menuju transisi energi yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berketahanan iklim. Cakupan kerja sama ini membentang mulai dari dialog kebijakan, teknologi, dan inovasi, hingga solusi nyata di lapangan.

Kehadiran Jerman yang kuat dalam ISEW 2026 semakin menegaskan komitmen berkelanjutan negara tersebut dalam mendukung Indonesia mencapai ambisi energi dan iklimnya. Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, Reem Alabali-Radovan, dijadwalkan membuka ISEW 2026 bersama perwakilan kementerian tuan rumah dari Indonesia, yaitu Bappenas dan KESDM.

Kunjungannya juga akan memperlihatkan bagaimana kerja sama Indonesia–Jerman diterjemahkan menjadi solusi nyata. Dalam rangkaian kegiatan ISEW 2026, peluncuran fasilitas pendingin bertenaga surya di IPB University direncanakan untuk menunjukkan bagaimana energi terbarukan dapat mendukung rantai nilai pertanian sekaligus mengurangi kehilangan hasil pascapanen.

Selain itu, Menteri Alabali-Radovan dijadwalkan mengunjungi PLTS Terapung Cirata. Di sana, ia akan menyaksikan instalasi sistem prakiraan cuaca yang dirancang untuk meningkatkan akurasi prakiraan serta mendukung integrasi energi terbarukan variabel ke dalam sistem ketenagalistrikan Indonesia.

Jerman dan Indonesia memiliki komitmen kuat untuk mendorong masa depan energi yang berkelanjutan dan berketahanan iklim. Kerja sama kedua negara mencakup dialog kebijakan hingga solusi nyata, teknologi, dan inovasi. ISEW memberikan peluang penting untuk memperdalam kemitraan ini serta mempertemukan berbagai aktor yang dibutuhkan untuk menerjemahkan ambisi bersama menjadi implementasi dan manfaat nyata bagi masyarakat serta perekonomian.

Memobilisasi Investasi dan Inovasi

Pada 20 Agustus, ISEW akan berfokus pada mobilisasi investasi sektor swasta dan inovasi. Diskusi akan membahas pembiayaan energi terbarukan skala besar, strategi de-risking proyek, dekarbonisasi industri, pengadaan energi terbarukan, serta berbagai hambatan dalam implementasinya.

ISEW 2026 tidak hanya menghadirkan diskusi panel. Sepanjang acara, peserta memiliki kesempatan untuk terlibat dalam pameran dan showcase teknologi, networking, business matchmaking, serta Business Collaboration Hub. Dengan demikian, diskusi kebijakan dapat terhubung secara langsung dengan penyedia teknologi, investor, pelaku usaha, dan calon mitra proyek.

Sesi khusus Women in Energy Lunch juga akan mempertemukan para perempuan pemimpin dari pemerintah, dunia usaha, masyarakat sipil, dan akademisi untuk membangun jejaring, bertukar gagasan, serta mengeksplorasi peluang kolaborasi dalam mendorong transisi energi Indonesia.

Kolaborasi dengan Indosolar 2026 memperkuat keterhubungan antara agenda transisi energi Indonesia dan pengembangan industri energi surya nasional.

“Indonesia memiliki potensi energi surya yang sangat besar. Tantangannya hari ini bukan lagi membuktikan bahwa teknologinya tersedia, melainkan bagaimana mengubah potensi tersebut menjadi proyek yang bankable, investasi yang bergerak, dan implementasi nyata dalam skala besar.

Sebagai platform utama AESI (Asosiasi Energi Surya Indonesia), Indosolar hadir untuk mempertemukan seluruh ekosistem energi surya dan mendorong percepatan pasar. Melalui kolaborasi Indosolar dan ISEW, kami ingin memperkuat jembatan antara kebijakan dan kebutuhan industri, mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, investor, penyedia teknologi, dan mitra pembangunan agar peluang energi surya Indonesia dapat lebih cepat diterjemahkan menjadi proyek nyata dan memiliki dampak ekonomi yang lebih luas,” ujar Mada Ayu Habsari, Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI).

Indosolar 2026 adalah acara tahunan AESI yang menghubungkan ekosistem energi surya yang terus berkembang dengan kebijakan, dunia usaha, teknologi, dan peluang investasi, sekaligus mendorong dialog mengenai kontribusi sektor tersebut terhadap pencapaian ambisi energi terbarukan Indonesia, penciptaan lapangan kerja hijau, serta peningkatan daya saing industri.

 

ISEW 2026 membawa satu pesan utama: transisi energi Indonesia tidak dapat dicapai oleh satu institusi saja. Kemajuan akan bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, industri, investor, akademisi, mitra pembangunan, masyarakat, dan inovator dengan menghubungkan ambisi kebijakan pada pembiayaan, teknologi, kemitraan, serta implementasi.

Selama dua hari, ISEW dan Indosolar 2026 bertujuan menciptakan ruang bagi berbagai pemangku kepentingan tersebut untuk melangkah lebih jauh—dari sekadar mendiskusikan tantangan menuju identifikasi kemitraan, peluang investasi, solusi praktis, serta langkah tindak lanjut yang konkret.

Seiring upaya Indonesia mempercepat transisi energi, kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa kemajuan dapat terwujud ketika kebijakan, kesiapan, investasi, teknologi, dan kemitraan berjalan beriringan.

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Follow, Likes & Subscribe Juga Social Media Kami