Skip to main content
Saturday, 19 September 2026
Live
Buka Jendela Hari Ini: Temukan Sudut Pandang Baru di Balik Peristiwa Terhangat.Menjangkau Fakta, Mengabarkan Lensa Realita — Simak Berita Terkini Hanya di KabarJendela.comSmartfren dan MNC Pictures Kembali Berkolaborasi Lewat Web Series Penghuni Rumah WarisanHAM Soroti Rilis PR Horeka yang Masih Minim Nilai JurnalistikOasis Baru di Sagan: The Prajan Hotel & Villas Resmi Hadir di Jantung Yogyakarta
Advertisement
Menu
News

Jepang Buka Kembali Perjalanan Domestik

Red-Torii-gates-in-Fushimi-Inari-shrine-one-of-famous-landmarks-in-Kyoto-Japan

Jepang telah mengangkat Keadaan Darurat nasionalnya minggu ini. Negara ini telah lockdown secara khusus selama tujuh minggu dengan pemerintah mendorong warganya untuk tinggal di rumah dan membatasi interaksi sosial dengan orang lain. Karena kasus corona di Jepang terus menurun, Tokyo dan Hokkaido adalah salah satu prefektur terakhir yang melihat pembatasan tersebut meningkat.

Setelah pencabutan keadaan darurat, negara tersebut bergerak untuk membuka kembali sekolah, gimnasium, perpustakaan, galeri dan restoran. Selain itu, layanan Shinkansen yang dijalankan oleh JR akan terus beroperasi sesuai jadwal yang dijadwalkan dan musim baseball profesional akan dimulai kembali pada bulan Juni, tanpa penonton.

Fase kedua adalah dimulainya kembali pariwisata domestik. Kampanye Go To Travel yang dijalankan oleh pemerintah Jepang dan Otoritas Pariwisata Jepang (JTA) adalah proposal kampanye non-JNTO yang berfokus pada revitalisasi pasar pariwisata domestik. Kampanye ini bertujuan untuk mendanai sebagian dari biaya perjalanan wisatawan domestik. Dengan kasus-kasus baru saat ini sedang menurun, Jepang akan menyeimbangkan keselamatan dan kebersihan dengan membuat orang-orang di Jepang kembali untuk menikmati apa yang ditawarkan oleh negara mereka yang indah.

Pada tahap ini, ini berarti bahwa kampanye Go To Travel hanya akan ditujukan untuk pasar perjalanan domestik, dan tidak akan berlaku untuk perjalanan internasional ke Jepang.

Walikota Tokyo, Yuriko Koike, mendesak masyarakat untuk tetap waspada dalam hal sanitasi dan langkah-langkah jarak sosial untuk menghindari gelombang kasus lain. Menambahkan, bahwa populasi harus bersiap untuk ‘bentangan akhir’ sebelum dapat “merebut kembali kehidupan yang kita miliki sebelumnya”.

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Follow, Likes & Subscribe Juga Social Media Kami