JAKARTA – Ajang bisnis ke bisnis (B2B) pariwisata bergengsi, TTC Travel Mart International, kembali digelar sebagai pembuka rangkaian acara TTC Indonesia tahun 2026. Perhelatan ini berlangsung di Hotel Redtop Jakarta pada Senin (9/2) dan dilanjutkan di Hotel JW Marriott Surabaya pada Rabu (11/2).
Project Manager TTC Travel Mart International, Kidung Pascalis, mengungkapkan bahwa edisi kali ini menjadi momentum untuk memperkenalkan deretan destinasi dan pelaku industri pariwisata baru dari berbagai belahan dunia.
“Tahun ini, beberapa destinasi dan seller baru resmi bergabung, mencakup wilayah Eropa, Asia, hingga Amerika,” ujar Kidung saat ditemui di Jakarta.
Partisipasi di Jakarta mencapai 108 unique seller dengan 99 meja kerja, sementara di Surabaya tersedia 72 meja. Meliputi: Tour & Land Operator, Perhotelan, Atraksi Wisata, Asuransi Perjalanan, Penyedia Transportasi, Reservasi, Operator Kapal Pesiar dan lainnya. Salah satu daya tarik utama tahun ini adalah kehadiran peserta dari Albania yang menawarkan paket perjalanan lintas negara di Eropa. Selain itu, Explore Portugal turut hadir mempromosikan pesona Portugal dan Spanyol kepada pasar Indonesia yang terus berkembang.
Partisipasi dari kawasan Asia juga menunjukkan peningkatan signifikan dengan hadirnya penyedia jasa wisata dari Jepang dan China. Tak ketinggalan, dua badan pariwisata resmi, yakni Hong Kong Tourism Board dan Philippines Department of Tourism, turut memperkuat jajaran peserta.
Kidung mencatat bahwa keikutsertaan Filipina menjadi sorotan karena membawa tiga biro perjalanan, yang sebagian besar merupakan pemain baru di pasar ini. Sementara dari sisi domestik, berbagai pelaku industri dari Bali, Medan, Belitung, Raja Ampat, hingga Manado turut meramaikan bursa pariwisata ini.
Managing Partner Explore Portugal, Hugo Belem, melihat Indonesia sebagai pasar outbound yang sangat potensial ke Eropa. Menurutnya, selama ini wisatawan Indonesia cenderung terfokus pada Italia, Prancis, dan Yunani.
“Pasar Indonesia luar biasa. Portugal dan Spanyol memiliki potensi besar sebagai destinasi alternatif bagi wisatawan yang mencari pengalaman baru,” ujar Hugo. Ia juga menyoroti keterkaitan sejarah antara Portugal dan Indonesia sejak abad ke-15 sebagai daya tarik emosional bagi wisatawan.
Hugo menambahkan bahwa meski biro perjalanan di Indonesia mulai melirik paket wisata ke Portugal dan Spanyol, mereka masih membutuhkan mitra lokal (land operator) yang memahami operasional destinasi secara mendalam untuk menjamin kualitas layanan.

