Air terjun Waimarang Destinasi Sumba Yang Akan Dikembangkan di Tahun 2020

Sumba menjadi destinasi incaran turis domestik maupun mancanegara. Destinasi Sumba yang bakal paling hits di tahun 2020. Air terjun Waimarang menurut legenda Masyarakat merupakan tempat pemandian bidadari. Air terjun ini terletak di kecamatan Umalulu, Desa Umalulu, Kab. SUMBA TIMUR (pulau Sumba) – NTT.

Menurut Yudi Umbu T. T Rawambaku, Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Timur, tempat ini adalah perbatasan antara Desa.Umalulu dengan Desa Tamburi, Kecamatan Rindi. Masyarakat antara kedua desa. Ia menyampaikan, tidak mempertentangkan dalam pengelolaan tapi mereka bersama-sama mengambil peluang dalam peningkatan ekonomi kreatif demi.pendapatan rumah tangga dari kunjungan wisatawan yang ada.

Di Air Terjun Waimarang sejauh mata memandang wisatawan akan melihat pantulan air berwarna hijau kebiruan atau tosca akan membayar lelah anda selama perjalanan sekitar 70 kilometer  dari kota waingapu. Meskipun air terjunnya tidak terlalu tinggi, namun debit air yang mengalir terbilang cukup deras pada kolam alami dari batu kapur, menjadikan tempat ini sebagai salah satu destinasi favorit.

Tahun 2020, Yudi mengatakan, dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sangat berterima kasih kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, dimana kami diberikan Dana Alokasi Khusus Pembangunan Fisik melalui DAK FISIK PENUGASAN. Dan Destinasi Wisata Air Terjun Waimarang mendapat perhatian khusus dari Kemenparekraf untuk penataan Destinasi. Sebagian dari dana DAK diberikan bagi penataan dan pembangunan Destinasi.

Tahun 2019, Dinas Pariwisata Sumba Timur membangun MCK dan sudah beroperasi bagi keperluan wisatawan.

Kata Yudi, mengenai akses dan infrastruktur di Air Terjun Waimarang, Menurut Yudi, tempat yang cukup memadai, Tujuan yang ideal pertama-tama harus dinilai dalam aspek utama daya tarik, aksesibilitas, dan kenyamanan serta beberapa yang menambah aspek tambahan. Atraksi adalah produk utama dari destinasi yang terkait dengan “apa yang harus dilihat” dan “apa yang harus dilakukan”.

“Apa yang bisa dilihat dan dilakukan oleh wisatawan di destinasi ini. Objek wisata dapat berupa keindahan dan keunikan alam, budaya masyarakat setempat, peninggalan bangunan bersejarah, dan atraksi buatan seperti permainan dan fasilitas hiburan, harus unik dan berbeda,”katanya.

Ia menyampaikan, aksesibilitas adalah sarana dan infrastruktur untuk mencapai tujuan seperti jalan raya, ketersediaan fasilitas transportasi, dan rambu-rambu jalan. Sedangkan fasilitasnya adalah semua fasilitas pendukung yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan wisatawan saat berada di tempat tujuan.

Hal yang diharapkan soal amenitas, kata Yudi terkait  dengan ketersediaan fasilitas akomodasi untuk menginap dan restoran atau warung makan untuk makan dan minum. Kebutuhan lain yang mungkin juga diinginkan dan dibutuhkan oleh para wisatawan, seperti toilet umum, tempat istirahat, tempat parkir, klinik kesehatan, dan fasilitas keagamaan juga harus tersedia di tempat tujuan.

Bagikan Artikel Ini Sekarang

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Animated Social Media Icons by Acurax Responsive Web Designing Company

Follow, Likes & Subscribe Juga Social Media Kami